Presentasi disajikan oleh kelompok 5 yang beranggotakan Siti Hajar Riska Ariyanti, Istidana Harjanti Ismed, Affni Syaviera Nova dan Siti Nur Fatimah pada pertemuan kali ini. Kelompok tersebut mempresentasikan tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Landasan Yuridis nya yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 57 Ayat (1), Pasal 58 ayat (1).
Aturan pelaksanaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 19
Minggu, 23 Desember 2012
Minggu, 09 Desember 2012
Resume 9 (Profesi Kependidikan)
Pertemuan kali ini, presentasi disajikan oleh kelompok 4 yang beranggotakan Aryo Khoirul Ikhsan, Deni Gunawan, Dwiki Fajar Kurniawan dan Nanda Aditama. Kelompok tersebut menyajikan materi tentang Standar Proses Pendidikan.
Standar Proses Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu bentuk teknis yang merupakan acuan atau kriteria yang dibuat secara terencana atau didesain dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga proses pendidikan yang berjalan tidak sembarangan.
Berikut adalah uraian dari komponen-komponen dalam standar proses pendidikan:
1. Perencanaan proses pembelajaran : meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), indikato pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber
Standar Proses Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu bentuk teknis yang merupakan acuan atau kriteria yang dibuat secara terencana atau didesain dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga proses pendidikan yang berjalan tidak sembarangan.
Berikut adalah uraian dari komponen-komponen dalam standar proses pendidikan:
1. Perencanaan proses pembelajaran : meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), indikato pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber
Rabu, 05 Desember 2012
Resume 8 (Profesi Kependidikan)
Berhubung pada pertemuan ke-7 kelompok saya yang maju, jadi langsung ke resume ke-8. Pada pertemuan kali ini, kelompok tiga yang terdiri dari Aan Yusufianto. Bayu Pandito P, Husein Ali Muhammad I.A, Imade Updana mempresentasikan tentang "Standar Kompetensi Lulusan". Pada pertemuan kali ini pak Amril Muhammad hadir dan memantau jalannya presentasi sekaligus menjelaskan sedikit tentang SKL.
Standar Nasional telah menetapkan Peraturan menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 bahwa Standar Kompetensi Lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 23 Tahun 2006 menetapkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Lampiran Permen ini meliputi :
Standar Nasional telah menetapkan Peraturan menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 bahwa Standar Kompetensi Lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
- SKL Stuan Pendidikan & Kelompok Mata Pelajaran
- SKL Mata Pelajaran SD-MI
- SKL Mata Pelajaran SMP-MTs
Sabtu, 17 November 2012
Resume 6 (Profesi Kependidikan)
Pada pertemuan kali ini, presentasi kelompok untuk pertema kalinya berlangsung. Kelompok yang menyajikan materi adalah Valentino Nicko, Ilyas Rizal Hilmawan, Rizky Akbar Prayogi, Shandy Darmawan dan Aris Widodo. Kelompok tersebut menyajikan materi tentang "Manajemen Berbasis Sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007".
Pengertian MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) secara terpisah yaitu Manajemen Proses menggunakan sumber daya yang efektif untuk mencapai sasaran berbasis dasar atau asas sekolah lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat memberi dan menerima pelajaran. Secara umum MBS adalah model pengelolaaan sekolah dengan memberkan kewenangan yang lebih besar pada tingkat sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri secara langsung.
Pengertian MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) secara terpisah yaitu Manajemen Proses menggunakan sumber daya yang efektif untuk mencapai sasaran berbasis dasar atau asas sekolah lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat memberi dan menerima pelajaran. Secara umum MBS adalah model pengelolaaan sekolah dengan memberkan kewenangan yang lebih besar pada tingkat sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri secara langsung.
Jumat, 16 November 2012
Resume 5 (Profesi Kependidikan)
Pada pertemuan kali ini, pak Amril Muhammad memberikan materi kepada kami tentang "Education for All" atau dalam Bahasa Indonesia berarti "Pendidikan untuk semua kalangan". Education for All sendiri terdapat pada Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang menegaskan bahwa : ”Setiap orang memiliki hak untuk pendidikan”, dan juga terdapat pada pasal 31 ayat 1 dan 2 UUD 1945 perubahan keempat : “setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan wajib membiayainya”.
Karena pendidikan merupakan hak bagi setiap orang, maka masyarakat yang berada di daerah terpencil atau pun terbelakang pun dapat memperoleh pendidikan yang layak. Itulah sebab diadakannya Pendidikan layanan khusus. Pendidikan merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan atau daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial dan tidak mampu dari segi ekonomi.
Karena pendidikan merupakan hak bagi setiap orang, maka masyarakat yang berada di daerah terpencil atau pun terbelakang pun dapat memperoleh pendidikan yang layak. Itulah sebab diadakannya Pendidikan layanan khusus. Pendidikan merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan atau daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial dan tidak mampu dari segi ekonomi.
Sabtu, 03 November 2012
Resume 1 (Profesi Kependidikan)
Pada pertemuan pertama mata kuliah Profesi Kependidikan yang diajarkan oleh pak Amril Muhammad, beliau hanya memberikan beberapa peraturan yang harus dijalankan oleh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah beliau. Peraturan tersebut antara lain:
Umum :
- Tidak boleh telat, jika telat maka dikenakan sanksi
- Jam kuliah masuk pukul 13.15 WIB
- Maksimal absen 3 kali, jika lebih tidak dapat mengikuti UAS
Sabtu, 13 Oktober 2012
Resume 4 (Profesi Kependidikan)
Pada pertemuan kali ini, pak Amril membahas UU RI No: 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tujuan sistem pendidikan nasional adalah agar berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:
Tujuan sistem pendidikan nasional adalah agar berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
- Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
- Menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Resume 3 (Profesi Kependidikan)
Pada pertemuan kali ini, pak Amril Muhammad, masih dalam mata kuliah Profesi Kependidikan menjelaskan tentang anak CI+BI. Ini bukan girlband yang sedang marak-maraknya dibicarakan di kalangan remaja, melainkan anak yang memiliki kemampuan IQ diatas rata-rata. CIBI berarti Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa yang dalam bahasa Inggrisnya gift-talented ini memerlukan pengembaan dan pelatihan secara serius karena anak-anak ini mengalami ansinkronitas. Anak-anak CIBI dapat dipengaruhi 2 faktor berikut:
Anak-anak CI+BI biasanya dipengaruhi oleh:
Anak-anak CI+BI biasanya dipengaruhi oleh:
- Genetic (nature) : Intelegensi, IQ
- Lingkungan (nurture) : Kreativitas, Task Komitmen
Kamis, 11 Oktober 2012
Resume 2 (Profesi Kependidikan)
Memberikan Komentar Atas Artikel yang Berkaitan dengan Anak CIBI (Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa)
Menurut saya, anak dengan kategori CIBI harus diberikan prioritas lebih oleh pemerintah. Jangan hanya sekolah RSBI saja yang diberikan gelontoran dana berlebih, karena kualitas belajar-mengajar di RSBI banyak yang belum memenuhi standar. Bahkan menurut data yang ada di kompas(dot)com dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas guru dan belajar-mengahad banyak yang diselewengkan untuk pembangunan fisik seperti ruang kelas, lab, dll. Oleh karena itu pemerintah seharusnya memberikan pelayanan yang berimbang untuk meningkatkan kualitas sekolah yang memiliki kelas akselerasi. Hal tersebut harus dilakukan agar proses seleksi anak dengna kategori CIBI bisa lebih efektif dan selektif untuk masuk ke dalam kelas akselerasi serta meminimalisir masuknya "anak karbitan" ke dalam kelas tersebut.
Link artikel yang dikomentari: http://amrilmuhammad.wordpress.com/2011/01/12/menyemai-bibit-unggul-di-kelas-akselerasi/
Link artikel yang dikomentari: http://amrilmuhammad.wordpress.com/2011/01/12/menyemai-bibit-unggul-di-kelas-akselerasi/
Rabu, 26 September 2012
Kenapa Harus 'Gue'?
Kenapa harus Gua Gue? Kenapa enggak gua atau gw. Hmm gua sempet mikir kenapa masyarakat dumay seringkali menggunakan kata gant gue sebagai aku atau saya. Emang sih terkesan gaul dan modis gitu. Tapi gak sedikit dari orang yang menggunakan kata gue dumay seperti facebook, twitter, blog bahkan sms tetep menggunakan gua pada realitanya, faktanya dan kenyataannya di kehidupan nyata. Hell
Senin, 24 September 2012
Bergerak dan Raihlah
Sejenak ku terdiam tak kuasa tuk melangkah
Sempat ku berfikir jalan hidup yang kujalani
Prospek masa depan yang mungkin ku lalui
kan secerah yang kufikirkan
Terus menunggu dan tanpa usaha
Gerak kaki pun tak ikut melangkah
Namun tanpa daya dan tanpa upaya
Hanya sebongkah mimpi yang terbalaskan
Sempat ku berfikir jalan hidup yang kujalani
Prospek masa depan yang mungkin ku lalui
kan secerah yang kufikirkan
Terus menunggu dan tanpa usaha
Gerak kaki pun tak ikut melangkah
Namun tanpa daya dan tanpa upaya
Hanya sebongkah mimpi yang terbalaskan
Minggu, 23 September 2012
Amanat yang Hilang
Terlihat anak muda yang tertunduk berjalan menuju rumahnya. Gesturnya terlihat lemas seperti belum melahap nasi selama tiga hari. Dia pun masuk ke rumahnya. Ibu dari anak tersebut pun langsung menoleh dan meminta kepadanya untuk membelikan susu untuk adiknya. Tapi wajah yang tadinya cerah pun redup ketika sang Ibu mendengarkan kejadian yang baru saja dialami anaknya. Terlihat raut wajah kegelisahan dari sang Ibu. Langkahnya pun lemas, begitu tak bersemangat dalam melanjutkan untuk menata pakaian anaknya.
Senin, 16 Juli 2012
Suck Seed
Udah lama nih blog kagak keurus kayak kuburan jaman penjajahan. Yaah iseng lah nulis begini-ginian biar gaul gitu haha. Ohiyaa kali ini gua mau ngebahas tentang film, yaa film. Udah bosen lagian juga kan pasti sama mayoritas film-film di Indonesia yang gitu-gitu aja. Meskipun gua bukan pengamat film yaa (bahkan "The Avengers" aje belom nonton), dikit-dikit ngerti lah mengenai film yang bagus sama yang kurang atau gak bagus.
suck seed poster
Oke kali ini gua mau ngeshare tentang film yang masih berlatar di Asia bahkan lebih tepatnya di Asia Tenggara. Ehmm.. "Suck Seed". Yaa film asal Thailand ini menarik minat gua untuk menghargai sebuah persahabatan. Hati pun ikut bergeming ketika menonton film bergenre comedy music ini.
Langganan:
Komentar (Atom)
