Pada pertemuan kali ini, pak Amril Muhammad, masih dalam mata kuliah Profesi Kependidikan menjelaskan tentang anak CI+BI. Ini bukan girlband yang sedang marak-maraknya dibicarakan di kalangan remaja, melainkan anak yang memiliki kemampuan IQ diatas rata-rata. CIBI berarti Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa yang dalam bahasa Inggrisnya gift-talented ini memerlukan pengembaan dan pelatihan secara serius karena anak-anak ini mengalami ansinkronitas. Anak-anak CIBI dapat dipengaruhi 2 faktor berikut:
Anak-anak CI+BI biasanya dipengaruhi oleh:
Genetic (nature) : Intelegensi, IQ
Lingkungan (nurture) : Kreativitas, Task Komitmen
Dalam penjelasan kali ini, Pak Amril juga menyebutkan bahwa anak CIBI memiliki IQ > 130. Semakin tinggi tingkat intelegensi-nya, semakin tidak sinkron emosi sosialnya. Seleksi siswa CI+BI ini biasanya dengan menggunakan Tes IQ.
Memberikan Komentar Atas Artikel yang Berkaitan dengan Anak CIBI (Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa)
Menurut saya, anak dengan kategori CIBI harus diberikan prioritas lebih oleh pemerintah. Jangan hanya sekolah RSBI saja yang diberikan gelontoran dana berlebih, karena kualitas belajar-mengajar di RSBI banyak yang belum memenuhi standar. Bahkan menurut data yang ada di kompas(dot)com dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas guru dan belajar-mengahad banyak yang diselewengkan untuk pembangunan fisik seperti ruang kelas, lab, dll. Oleh karena itu pemerintah seharusnya memberikan pelayanan yang berimbang untuk meningkatkan kualitas sekolah yang memiliki kelas akselerasi. Hal tersebut harus dilakukan agar proses seleksi anak dengna kategori CIBI bisa lebih efektif dan selektif untuk masuk ke dalam kelas akselerasi serta meminimalisir masuknya "anak karbitan" ke dalam kelas tersebut.
Kenapa harus GuaGue? Kenapa enggak gua atau gw. Hmm gua sempet mikir kenapa masyarakat dumay seringkali menggunakan kata gant gue sebagai aku atau saya. Emang sih terkesan gaul dan modis gitu. Tapi gak sedikit dari orang yang menggunakan kata gue dumay seperti facebook, twitter, blog bahkan sms tetep menggunakan gua pada realitanya, faktanya dan kenyataannya di kehidupan nyata. Hell
Sejenak ku terdiam tak kuasa tuk melangkah
Sempat ku berfikir jalan hidup yang kujalani
Prospek masa depan yang mungkin ku lalui
kan secerah yang kufikirkan
Terus menunggu dan tanpa usaha
Gerak kaki pun tak ikut melangkah
Namun tanpa daya dan tanpa upaya
Hanya sebongkah mimpi yang terbalaskan
Terlihat anak muda yang tertunduk berjalan menuju rumahnya. Gesturnya terlihat lemas seperti belum melahap nasi selama tiga hari. Dia pun masuk ke rumahnya. Ibu dari anak tersebut pun langsung menoleh dan meminta kepadanya untuk membelikan susu untuk adiknya. Tapi wajah yang tadinya cerah pun redup ketika sang Ibu mendengarkan kejadian yang baru saja dialami anaknya. Terlihat raut wajah kegelisahan dari sang Ibu. Langkahnya pun lemas, begitu tak bersemangat dalam melanjutkan untuk menata pakaian anaknya.