Sabtu, 13 Oktober 2012

Resume 4 (Profesi Kependidikan)

Pada pertemuan kali ini, pak Amril membahas UU RI No: 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan sistem pendidikan nasional adalah agar berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:
  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  • Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
  • Menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 
PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan. TK PAUD dan pendidikan lain untuk anak usia dini dianggap sama dan setara. Menurut UU no.29 bahwa madrasah yang tadinya dianggap sekolah keagamaan (menurut pasal 30 untuk pendidikan keagamaan), sekarang menjadi sama atau setara dengan tingkat sekolah pada umumnya.

Resume 3 (Profesi Kependidikan)

Pada pertemuan kali ini, pak Amril Muhammad, masih dalam mata kuliah Profesi Kependidikan menjelaskan tentang anak CI+BI. Ini bukan girlband yang sedang marak-maraknya dibicarakan di kalangan remaja, melainkan anak yang memiliki kemampuan IQ diatas rata-rata. CIBI berarti Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa yang dalam bahasa Inggrisnya gift-talented ini memerlukan pengembaan dan pelatihan secara serius karena anak-anak ini mengalami ansinkronitas. Anak-anak CIBI dapat dipengaruhi 2 faktor berikut:

Anak-anak CI+BI biasanya dipengaruhi oleh:
  • Genetic (nature) : Intelegensi, IQ
  • Lingkungan (nurture) : Kreativitas, Task Komitmen
Dalam penjelasan kali ini, Pak Amril juga menyebutkan bahwa anak CIBI memiliki IQ > 130. Semakin tinggi tingkat intelegensi-nya, semakin tidak sinkron emosi sosialnya. Seleksi siswa CI+BI ini biasanya dengan menggunakan Tes IQ.

Kamis, 11 Oktober 2012

Resume 2 (Profesi Kependidikan)

Memberikan Komentar Atas Artikel yang Berkaitan dengan Anak CIBI (Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa)

Menurut saya, anak dengan kategori CIBI harus diberikan prioritas lebih oleh pemerintah. Jangan hanya sekolah RSBI saja yang diberikan gelontoran dana berlebih, karena kualitas belajar-mengajar di RSBI banyak yang belum memenuhi standar. Bahkan menurut data yang ada di kompas(dot)com dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas guru dan belajar-mengahad banyak yang diselewengkan untuk pembangunan fisik seperti ruang kelas, lab, dll. Oleh karena itu pemerintah seharusnya memberikan pelayanan yang berimbang untuk meningkatkan kualitas sekolah yang memiliki kelas akselerasi. Hal tersebut harus dilakukan agar proses seleksi anak dengna kategori CIBI bisa lebih efektif dan selektif untuk masuk ke dalam kelas akselerasi serta meminimalisir masuknya "anak karbitan" ke dalam kelas tersebut.

Link artikel yang dikomentari: http://amrilmuhammad.wordpress.com/2011/01/12/menyemai-bibit-unggul-di-kelas-akselerasi/